• Jl. Panglima Batur Barat
  • (0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Rencana Strategis
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Leaflet/Brosur
    • Prosiding/Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Deregulasi Kebijakan
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
    • Whistleblower's System
Thumb
22 dilihat       25 Juni 2026

100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS XVII Gorontalo

Gorontalo – Antusiasme petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia mewarnai puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Sekitar 100 ribu peserta dan masyarakat diperkirakan akan memadati kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tony, Kabupaten Gorontalo, untuk menyambut kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (24/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sekitar 55 ribu peserta akan berada di area utama kegiatan. Sejak pukul 6 pagi mereka sudah mengular untuk masuk ke area utama. Sementara puluhan ribu lainnya berada di luar lokasi,  untuk menyaksikan secara langsung kehadiran Presiden yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.

PENAS XVII sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Sejak pembukaan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, pertukaran pengetahuan, inovasi, serta penguatan jejaring antarpetani dan nelayan dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap kemajuan sektor pertanian dan keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Kehadiran puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia menunjukkan besarnya harapan rakyat terhadap pembangunan pertanian Indonesia. Mereka ingin bertemu langsung dengan Presiden, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengucapkan terima kasih atas berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani,” ujar Mentan Amran.

Menurut Amran, berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang mendukung sektor pertanian telah memberikan optimisme baru bagi petani di seluruh Indonesia. Kemudahan akses pupuk, kebijakan harga gabah ditingkat petani, percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi, optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian menjadi fondasi penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami melihat semangat yang luar biasa. Petani dan nelayan datang dari berbagai daerah dengan penuh semangat karena ingin menjadi bagian dari sejarah besar sektor pertanian Indonesia. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap arah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah,” katanya.

Antusiasme tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta yang telah berada di Gorontalo sejak beberapa hari terakhir.

Yogi, petani padi asal Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengaku rela menempuh perjalanan panjang demi dapat bertemu langsung dengan Presiden.

“Kami dari Aceh sangat senang bisa hadir di PENAS. Saya ingin menyampaikan langsung bahwa petani sekarang semakin terbantu dengan berbagai program pemerintah. Mudah-mudahan kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anani Syarif, petani tanaman pangan, hortikultura, sekaligus peternak dari Kabupaten Serang, Banten.

“Ini pengalaman yang sangat membanggakan. Kami merasa petani sekarang lebih diperhatikan. Kehadiran Presiden di tengah-tengah petani memberi semangat besar bagi kami untuk terus meningkatkan produksi,” katanya.

Dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Nurcholis mengaku ingin mendengar langsung arahan Presiden mengenai masa depan pertanian Indonesia.

“Generasi muda mulai banyak yang tertarik masuk sektor pertanian karena sekarang pertanian semakin menjanjikan. Terima kasih Pak Presiden. Kami sangat ingin bertemu dan berdialog langsung dengan Bapak,” ujarnya.

Sementara itu, Robi, petani asal Jawa Barat, menilai kehadiran Presiden menjadi bentuk penghargaan bagi petani sebagai garda terdepan penjaga ketahanan pangan bangsa.

“Jarang ada momentum sebesar ini. Kami merasa sangat bahagia karena Presiden hadir langsung bersama petani. Ini menjadi penyemangat bagi kami karena pada pemerintahan sekarang petani sangat diperhatikan. Harga hasil panen lebih baik, pupuk lebih mudah didapat, dan program-programnya sangat dirasakan manfaatnya,” tuturnya.

Dari ujung timur Indonesia, Frengky Fred Tungkoye, petani asal Jayapura, Papua, juga menyampaikan rasa bangganya dapat hadir dalam PENAS XVII.

“Kami datang membawa semangat dari tanah Papua. Banyak perubahan yang kami rasakan di sektor pertanian. Kehadiran Presiden membuat kami semakin yakin bahwa pertanian akan menjadi kekuatan utama Indonesia di masa depan,” katanya.

Puncak PENAS XVII Gorontalo menjadi salah satu pertemuan terbesar petani dan nelayan dalam sejarah Indonesia. Momentum ini sekaligus menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku utama sektor pangan dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan di bidang pangan.

Di tengah semangat kebersamaan yang menyatukan peserta dari Sabang hingga Merauke, kehadiran Presiden Prabowo diharapkan menjadi energi baru untuk mempercepat transformasi sektor pertanian nasional dan memperkokoh langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Prev Next

- BSIP Kalimantan Selatan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Bupati Tabalong Serahkan Bantuan Alsintan dan Saprodi kepada Petani
    27 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Siap Kawal Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Lokal Demi Lestarikan SDG Pertanian
    27 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Sekolah Lapang Tingkatkan Produktivitas Padi:  Perkuat Kapasitas Petani Barito Kuala
    27 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Dukung Penguatan Kapasitas Petani Hortikultura Melalui Program CSR Pertamina Patra Niaga
    27 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel dan Pemkab Tabalong Monitoring Pelaksanaan PM-AAS di Kecamatan Upau dan Jaro
    16 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan

tags

PENAS XVII

Kontak

(0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
(0511) 4781810
[email protected]

Jl. Panglima Batur Barat No. 4 Banjarbaru
Kel. Mentaos, Kec. Banjarbaru Utara
Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Indonesia
70714

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan. All Right Reserved